<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=6128622652732034671&amp;blogName=Penyakit+dan+Pengobatannya&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_HOSTED&amp;navbarType=SILVER&amp;layoutType=CLASSIC&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fwww.infopenyakit.com%2F&amp;blogLocale=in&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fwww.infopenyakit.com%2Fsearch" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

Penyakit dan Pengobatannya


Google
 


Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)

Penyakit darah tinggi atau Hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya.

Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat diwaktu beraktifitas atau berolahraga.

Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur (rutin), maka hal ini dapat membawa si penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja extra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Penyakit hypertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung (Heart attack).

Penyakit darah tinggi atau Hipertensi dikenal dengan 2 type klasifikasi, diantaranya Hipertensi Primary dan Hipertensi Secondary :
  • Hipertensi Primary
  • Hipertensi Primary adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan. Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi. Begitu pula sesorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stressor tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi, termasuk orang-orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi.


  • Hipertensi Secondary
  • Hipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalami/menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh. Sedangkan pada Ibu hamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal atau gemuk (gendut).

    Pregnancy-induced hypertension (PIH), ini adalah sebutan dalam istilah kesehatan (medis) bagi wanita hamil yang menderita hipertensi. Kondisi Hipertensi pada ibu hamil bisa sedang ataupun tergolang parah/berbahaya, Seorang ibu hamil dengan tekanan darah tinggi bisa mengalami Preeclampsia dimasa kehamilannya itu.

    Preeclampsia adalah kondisi seorang wanita hamil yang mengalami hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, muka yang membengkak, kurang nafsu makan, mual bahkan muntah. Apabila terjadi kekejangan sebagai dampak hipertensi maka disebut Eclamsia.


    1. Penyebab Hipertensi
    Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi. Stop menjadi alcoholic!

    2. Penanganan dan Pengobatan Hipertensi
      a. Diet Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)
    • Kandungan garam (Sodium/Natrium)
    • Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi asin-asinan garam, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan diet sodium/natrium ini ;
      - Jangan meletakkan garam diatas meja makan
      - Pilih jumlah kandungan sodium rendah saat membeli makan
      - Batasi konsumsi daging dan keju
      - Hindari cemilan yang asin-asin
      - Kurangi pemakaian saos yang umumnya memiliki kandungan sodium

    • Kandungan Potasium/Kalium
    • Suplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu penurunan tekanan darah, Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buah-buahan dan sayuran. Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk di konsumsi penderita tekanan darah tinggi antara lain semangka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang dan bawang putih. Selain itu, makanan yang mengandung unsur omega-3 sagat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah (hipertensi).

      Pengobatan hipertensi biasanya dikombinasikan dengan beberapa obat;
      - Diuretic {Tablet Hydrochlorothiazide (HCT), Lasix (Furosemide)}. Merupakan golongan obat hipertensi dengan proses pengeluaran cairan tubuh via urine. Tetapi karena potasium berkemungkinan terbuang dalam cairan urine, maka pengontrolan konsumsi potasium harus dilakukan.

      - Beta-blockers {Atenolol (Tenorim), Capoten (Captopril)}. Merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah.

      - Calcium channel blockers {Norvasc (amlopidine), Angiotensinconverting enzyme (ACE)}. Merupakan salah satu obat yang biasa dipakai dalam pengontrolan darah tinggi atau Hipertensi melalui proses rileksasi pembuluh darah yang juga memperlebar pembuluh darah.

    7 Komentar:

    • thank u pisan atas infonya...
      kalo kopi gmn?
      soalnya dari hari minggu kemarin kepala saya pusing terus, check ke dokter ternyata tekanan : 149,5...!
      FYI:
      -sy tdk merokok
      -suka mnum kopi,shari min 2 gelas
      -stlah pke motor jarang berolahraga
      -dlm kurun 5 bln berat badan brtambah drastis dr 50 ke 62 kg (tinggi 170cm)

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 2009 Januari 15 08:31  

    • iya nich gimana copynya??
      soalnya gw juga sering tiba2 pusing kedokter katanya 148.

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 2009 Januari 18 11:14  

    • aduh...kalo tekanan darah emang udah tinggi trus minum obat flu n batuk jadi tambah tinggi ya tensinya... trus gimana donk....

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 2009 Februari 12 19:55  

    • tekanan darah ayah saya mencapai 200 lebih smua obat sudah dicoba tapi tetap tak ada hasilnya,gimana ya biar tekanan darah ayah saya bisa kembali normal?

      Oleh Blogger friska dumendehe, Pada 2009 Mei 26 13:00  

    • papa gue juga tek suka gak stabil stelah diperiksa ternyata ada gangguan di otak yg menyebabkan ada kebocoran enzim waktu beliau tek sampe 200, dokter bilang mild stroke, ada bercak putih gt, trs juga ada penyumbatan di jantung krg lebih 50%, nah efek dr enzim ini bokap gue susah tdr, jadi rada paranoid, cuman tegang dikit tek lgs naik, makin panik makin naik, panas dingin lgs nge drop cuman bisa tdran sambil pake oxy, di singapura beliau di resepin obat seabreg2, diovan, concor, vastarel, plaviks, lexotan dan prozac, yg 2 terakhir ini yg keliatannya bikin beliau lebih tenang dan mudah tdr, dan skrg kalo pun naik sampe 140an tapi nggak bikin sakit kepala lagi... jadi tek naik itu bisa macam2 sebabnya coba di cek lg kenapa.. bokap gue nggak pernah ngerokok, nggak minum, nggak minum dingin2, nggak minum kopi, jrg makan asin, gula, duh dia mah freak banget ama kesehatan

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 2009 Mei 29 23:26  

    • aduh" pada enak lo smua
      sebut az nama gw recca umur 18th
      gw anaknya pemalas(jarang gerak), tp perhatian sama kesehatan, gw ga pernah merokok,minum alkohol,makan asin". Pertam dolo q punya sakit TBC tp udah sembu, krn udah lama makan obat tsb, tiba" tensi darahq jd 150/90 trus q jd takut sama alat ukur darah. Q ke UKS sekolah, rupanya tensiq uda 160. Akhir" ini q ga isa tidur nyenyak udah 1minggu q cuman tidur 4jam doank sehari. Ga nyenyak gw.
      Q pengen sehat, q pengen olahraga n jg kondisi. Hal ini az l0m q kasih tau ke ortu coz ga mao mreka sedih. Doain q sembuh ya.. Q msi mudah nie, mao kuliah, msi pengen banggain ortu gw.. Tuhan Yesus sembuhin penyakitq ini.amin
      doain q sembuh ya, q janji ubah pola hidupq..

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 2009 Juni 10 15:47  

    • umur gw baru 20 thn dan tensi darah gw dalam keadaan normal slalu diatas 135. indikator hipertensi di alat slalu muncul kedap-kedip.
      gw jg ga taw lg ini knp bisa bgini.
      pdhl gw :
      - rajin bgt fitness dan cardio
      - no alcohol
      - no rokok
      - krn fitness,pola makan so pasti teratur dan memilih makanan yg bergizi baik.
      - no steroid
      - ga suka asin...jadi gw banyakan makan rada tawar2 gitu.

      dari apa yg slalu gw lakuin itu,gw jg bingung dan ga taw lg knp gw bs smpe hipertensi.
      sama kya bro diatas gw ini,ortu jg bln gw kasih taw soal ini karena bln kuat gw buat ngasih taw nya.

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 2009 Juni 23 19:10  

    Poskan Komentar

    Berlangganan Poskan Komentar [Atom]



    << Halaman Muka